Radio: Riwayatmu Kini

Iwan Awaluddin Yusuf[1]

Dari mana riwayat radio bermula? Bisa dikatakan, setelah penemuan telegraf yang memanfaatkan gelombang radio dan kode morse oleh Guilelmo Marconi, teknologi radio banyak digunakan di lingkungan kelautan (maritim), terutama untuk mengirimkan pesan antara kapal yang berada di laut dan saluran komunikasi di pantai/darat. Salah satu pengguna awal radio misalnya Angkatan Laut Jepang. Tujuannya memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima tahun 1901. Dalam kaitannya dengan pengunaan radio di lingkungan kapal ini, salah satu momentum yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya kapal Titanic pada 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dan kapal terdekat. Teknologi dasar radio dengan kode morse ini kemudian dikembangkan lebih lanjut dengan tabung sehingga memungkinkan pengiriman suara.

Teknologi menyalurkan suara melalui gelombang elektromagnetik dengan cepat diterapkan di wilayah Hindia Belanda karena aplikasi komersial dan politisnya yang sangat strategis. Radio siaran pertama yang mengudara pada 1911 di Hindia lewat sebuah radio komunikasi angkatan laut di Sabang. Hingga akhir perang Dunia I, mendengarkan sinyal radio selain untuk kepentingan militer dianggap legal. Setelah PD I, saat peraturan-peraturan mulai longgar, para broadcaster amatir membangun Batavia Radio Society, yang mulai melakukan siaran tetap pada 1925. Sejak tahun 1927, militer Belanda secara berkala melakukan transmisi radio gelombang pendek  ke negara jajahan mereka di Hindia Timur, termasuk mengudarakan pidato Ratu Wilhelmina (Sen dan Hill, 2001: 197).

Pada tahun 1934, sebuah masyarakat radio komunitas Belanda terbentuk dan diberi nama Netherlandsche-Indische Radio Omroep Maataschappij (NIROM). NIROM diberi izin pemerintah untuk mendanai operasinya di seluruh Jawa dengan memungut pajak radio melalui kantor pos dan telegraf. Pada tahun 1937 jaringan radio pribumi pertama, Perikatan Perekumpulan Radio Ketimuran (PPRK) diberi izin terbatas untuk menyiarkan informasi mengenai kebudayaan atau sosial (Sen dan Hill, 2001: 94).

Menurut Sudibyo (2004: 161), selama masa Orde Baru, perkembangan industri radio swasta di Indonesia dimulai sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 1970 tentang “Radio Siaran Non Pemerintah”. Awalnya, banyaknya radio amatir mendorong pemerintah menertibkan dan mengeluarkan Surat Keputusan No 25 Tahun 1971 untuk mengatur pembagian frekuensi. Tahun 1977 anggota PRSSNI mencapai 366 radio. Pada tahun 1999 pemerintah mengeluarkan 1070 izin penyelengaraan siaran radio, meskipun banyak yang akhirnya mati. Sampai tahun 2003 anggota PRSSNI tercatat 801 yang tersebar di seluruh tanah air (Sudibyo, 2004: 161). Pada tahun 1999 juga ditandai dengan dikeluarnya kebijakan Presiden B.J Habibie soal siaran relay berita RRI dari 14 kali menjadi 3 kali sehari juga memberi ruang kreativitas baru bagi radio-radio daerah untuk menciptakan dan menyiarkan berbagai variasi program acara.

Berdasarkan sistem manajemen dan operasionalisasinya, radio digolongkan berdasarkan beberapa tipe, yaitu radio lokal, radio sindikasi, dan radio jaringan. Local Radio adalah stasiun radio yang melakukan produksi program sendiri dan menyiarkan sendiri program tersebut. Prerecorded/Syndicated Radio adalah stasiun radio yang mendapatkan program siarannya melalui beberapa sumber, misalnya supplier program, pengiklan, produser program atau dari stasiun lainnya. Network Radio adalah radio sistem jaringan, memiliki pola yang mirip prerecorded/syndicated radio, namun dengan jadwal program dan format siarannya yang tetap terkontrol dengan baik.

Berdasarakan frekuensinya, gelombang radio digolongkan dalam dua jenis, yakni: AM dan FM. Pertama, AM (Amplitude Modulation) yakni informasi suara dibawa dalam berbagai amplitudo dan ketinggian yang beragam. Dalam sistem ini, sinyal elektrik yang datang dari sebuah alat perekam elektronik (mikrofon) dikombinasikan dengan pembawa sinyal elektromagnet berfrekuensi tinggi dan menghubungkannya dengan saluran radio tertentu. Di Indonesia radio AM sempat berjaya hingga akhir tahun 1980-an.Waktu itu program sandiwara radio menjadi acara unggulan yang paling diminati masyarakat.

Kedua, FM (Frequency Modulation), yang artinya informasi suara dibawa melalui beberapa frekuensi yang berbeda dari sebuah gelombang radio menuju ke pusat frekuensi. Frekuensi ini dikembangkan oleh Howard Amstrong pada tahun 1933.FM mempunyai rentang frekuensi yang lebih besar dan lebih dinamis dibandingkan AM. Ini menyebabkan suara radio dengan frekeuansi FM lebih jernih dan mudah ditangkap oleh antenna radio. Sejak awal tahun 1990-an radio berfrekuensi FM menjadi primadona siaran radio di Indonesia.

Seiring perkembangan teknologi, radio juga bermetamorfosis dan mengalami konvergensi dengan media-media baru. Bentuk konvergensi ini antara lain ditunjukkan dengan adanya teknologi High Definition Radio, Teknologi Radio Satelit, Teknologi Radio Internet, dan Webcast.

High Definition Radio (Digital Audio Broadcasting-Sistem Siaran Radio Digital) adalah  Radio digital yang mentransmisikan audio yang telah diubah menjadi data komputer seperti menduplikasi data audio ke dalam sebuah CD yang menghasilkan suara yang jernih dengan kualitas seperti mendengarkan CD aslinya.

Teknologi Radio Satelit adalah metode transmisi suara, terutama musik melalui satelit sehingga dapat dinikmati oleh pendengar melalui antena radio, di posisi manapun dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Di Amerika Teknologi Radio Satelit ditransmisikan melalui Radio XM dan Sirius sebagai radio satelit yang sangat terkenal.

Teknologi Radio Internet mulai dikenalkan pada sebuah percobaan pada tahun 1993 dengan teknologi IP di jaringan internet, misalnya MBONE (Multicast Backbone). Secara penuh, teknologi model MBONE ini beroperasi pada 1995. Stasiun radio internet biasanya menempatkan sinyal mereka melalui website, sampai akhirnya hubungan internet tanpa kabel mulai bisa digunakan. Metode siaran ini memudahkan seseorang untuk menerima siaran radio dari stasiun radio manapun melalui internet tanpa menggunakan kabel.

Webcast, yakni teknologi siaran radio dengan sistem streaming. Teknologi ini antara lain dikembangkan oleh RealNetworks, tapi seiring perkembangan zaman, web radio didistribusikan melalui teknologi MP3, yang menggunakan berformat standar MP3 pada musik. Beberapa player yang dapat digunakan untuk mengakses radio ini misalnya Winamp pada sistem operasi Windows dan iTunes untuk Macintosh.

Dalam praktiknya, setiap radio memilih program berdasarkan format stasiun radionya. Dua di antara format umum stasiun radio yang populer adalah Format Musik (Hiburan) dan Format Informasi (Dominick, Messere, Sherman, 2004: 90-96).

Pemilihan Program Stasiun Format Musik biasanya berisi Contemporary Hits Radio, Adult Contemporary, Oldies, Country, Dangdut, dll. Penentuan style musik sangat dipengaruhi oleh toleransi dan kesukaan audiens dalam mendengarkan jenis-jenis musik.  Hal ini selanjutnya akan mempengaruhi: pemilihan variasi genre, tempo, tahun release, kecepatan sirkulasi musik, dan sebagainya.

Sementara itu, pemilihan Program Stasiun Format informasi ada yang menggunakan Format semua berita (news), talk, dan  kombinasi antara berita dan talk (news/talk). Isi siaran radio format informasi ini bisanya berbagai jenis program berita, termasuk feature. Tema-tema yang diangkat berkisar pada empat masalah pokok yaitu ekonomi (meliputi masalah perdagangan, perbangkan, industri, dan pasar); politik (meliputi birokrasi, parlemen, eksekutif, partai, demonstrasi); hukum (meliputi pengadilan, perceraian, HAM), serta masalah sosial budaya (meliputi peristiwa alam, kesenian, olahraga, prestasi, dan segala hal yang berdimensi human interest). (Iwan Awaluddin Yusuf).


1)  Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media & Budaya Populer (PKMBP) Yogyakarta, dan aktivis Pemantau Regulasi dan Regulator media (PR2MEDIA) Yogyakarta.

2 thoughts on “Radio: Riwayatmu Kini

  1. asllkum pak iwan … mohon izin bahan tulisannya ini saja jadikan salah satu referensi mahasiswa kami ilmu komunikasi di beberapa kampusdi makassar. sekali lagi trims dan sukses selalu

    moh yahya mustafa
    dosen fisip universitas sawerigading
    makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s