Bertemu Hasmi, Sang (Pencipta) Gundala

IMG_20130525_050108

Iwan Awaluddin Yusuf[1] / @IwanAwaluddin

Akhir pekan kemarin, 25 dan 26 Juni 2013, saya berkesempatan mengikuti acara Gathering Pecinta Superhero/Komik se-Indonesia di Yogyakarta. Banyak teman yang awalnya hanya saling kenal dari sebuah grup di Facebook berdatangan ke Yogyakarta. Tercatat peserta paling jauh dari Makassar. Lainnya dari berbagai kota di Indonesia.

Superheromania Goes to Jogja, demikian tema gathering pertama ini dengan salah satu agenda utama mengunjungi Pak Hasmi. Hasmi atau Harya Suraminata adalah komikus sekaligus legenda hidup kejayaan superhero Indonesia era 70-80an. Dari tangannya lahir tokoh-tokoh komik fenomenal. Selain Gundala, tokoh ciptaan Hasmi yang sangat populer pada masanya antara lain Pangeran Mlaar, Maza, Jin Kartubi, Merpati, Kalong, dan Sembrani.

Karya-karya Hasmi, sebagaimana Wid NS (pencipta tokoh Godam) saat itu sering dipengaruhi oleh superhero Amerika sehingga terkesan mirip. Meski ceritanya tidak saling berhubungan. Persoalan karakterisasi tokoh superhero yang saling mirip tergolong sangat wajar pada era itu. Pengetahuan seniman tentang hak cipta dan wacana Haki belum populer. Bahkan, banyak terjadi dlm komik Indonesia, superhero lokal bertemu dengan superhero Amerika. Bahu-membahu menyelesaikan kejahatan lintas negara. Fenomena crossover yg nyaris mustahil zaman rezim HAKI seperti sekarang.

Zaman sudah berubah, selera pasar berubah, emporium Marvel, DC, dan Dark Horse menguasai dunia. komik Indonesia terdesak ke pinggiran. Gempuran film Hollywood dan banyaknya fans superhero karbitan-yang misalnya terlihat dari fenomena antri panjang nonton Ironman tapi tidak tahu apa-apa tentang komiknya, mempercepat kematian dan mempersulit bangkitnya komik lokal. Dan sebagaimana pertunjukan drama kehidupan…selalu ada yang tergerus, tersisih, kalah, dan terpinggirkan di negerinya sendiri. seperti Pak Hasmi.

Masuk lewat gang sempit-daerah Karangwaru Lor, di belakang masjid Al-Huda kami menjumpai Pak Hasmi di rumahnya yang kecil dengan status mengontrak. Meskipun hidup penuh kesederhanaan bersama istri dan anaknya, Pak Hasmi tetap terlihat bersemangat, ramah, murah senyum, dan kadang jenaka.

Sebagai seniman, keterbukaan dalam berdiskusi dan mengikuti perkembangan dunia komik dan superhero sangat patut diapresiasi. Di rumahnya terihat beberapa buku-buku referensi komik terbaru yang diikutinya, seperti Justice League karya Alex  Ross.  Pak Hasmi juga ternyata hobi menonton film, tak hanya film superhero lho…

Demikian sekelumit cerita tentang Pak HASMI, Bapak Superhero Indonesia. Terus terang, saya sangat senang dan terkesan bisa berbincang-bincang langsung dalam suasana akrab, santai, dan kekeluargaan dengan Sang Gundala dari Yogyakarta. Jiwa superhero saya jadi bergetar. Haha…

Apesiasi juga utk legenda komikus-komikus Indonesia, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada: R.A Kosasih, Wid NS, Jan Mintarga, Gerdi Wk, Hans Jaladara, San Wilantara, Otto Suastika, Man/Mansyur Daman, dan lainnya. Salam. (@IwanAwaluddin)

Serangan petir Pak Hasmi "Gundala" Foto: BarangJadulPisan

Serangan petir Pak Hasmi “Gundala”
Foto: Barang Jadul Pisan

Menerima serangan petir dari Gundala, para superheromania kewalahan Foto: Barang Jadul Pisan, Retouch: Aji Ekana

Menerima serangan petir dari Gundala, para superheromania kewalahan
Foto: Barang Jadul Pisan, Retouch: Aji Ekana

 


[1] Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP) dan Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2MEDIA)Yogyakarta.